Oktober 30 2019 0Comment

Penggantian Jembatan Kaligawe Ditargetkan Selesai Sesuai Rencana

Kunjungan Kerja Lapangan Mahasiswa Teknik Sipil UNDARIS (29/10)

Di siang yang terik (29/10) pada Pukul 12.00 suhu menunjukkan 36° C, tampak excavator, breaker excavator dan alat pancang diistirahatkan di samping sebuah jembatan di jalan Kaligawe. Masih di sekitar area tersebut tampak rombongan mahasiswa dan dosen dari Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (UNDARIS) mulai merapat di lokasi proyek penggantian Jembatan Kaligawe dan mendengarkan paparan dari PPK 3.6 Satker PJN Wilayah III Jawa Tengah, Hinawan Teguh Santoso. Para mahasiswa Teknik Sipil ini datang dengan maksud untuk melakukan Kunjungan Kerja Lapangan agar menambah khazanah ilmu mahasiswa dan melakukan komparasi antara teori yang mereka dapatkan dengan praktek yang ada di lapangan.

Hinawan Teguh Santoso, PPK 3.6

Dalam kesempatan itu pula, Hinawan menjelaskan bahwa proyek Ditjen Bina Marga yang berada di bawah BBPJN VII ini merupakan dukungan atas program yang dilaksanakan oleh Ditjen Sumber Daya Air (Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana) yaitu penataan ulang kawasan dan normalisasi Banjir Kanal Timur.

“Banjir Kanal Timur ini awalnya didesain dengan lebar 40 meter dan kedalaman -6 meter. Namun kondisinya banyak pengendapan dari lumpur (sampah dan sebagainya) sehingga di sisi utara terjadi penyempitan hingga sepertiga bagian saja dari aliran sungai BKT yang berfungsi sebagai sokongan utama apabila nantinya terjadi banjir di kawasan timur Semarang” ujar Hinawan.

Adanya endapan tersebut menyebabkan bentuk badan sungai bahkan tidak sesuai lagi dengan bentuk normalisasi tahun 1980-an.

Kondisi awal Jembatan Kaligawe yang berada di atas sungai Kanal Banjir Timur (BKT) ini berada di bawah permukaan air sungai. Posisi jembatan yang cukup rendah ini sering menyebabkan sampah yang terbawa di sungai tertahan dan menumpuk di bawah jembatan, sehingga air sungai tidak dapat mengalir dengan lancar dan melimpas ke atas tanggul sehingga perlu peninggian jembatan.

“Elevasi bangunan bawah Jembatan Kaligawe sudah berada di bawah muka air BKT sehingga perlu dilakukan peninggian kurang lebih 1,8 meter dari posisi awal sehingga diharapkan nantinya setelah normalisasi BKT tidak lagi terjadi halangan atau hambatan hanyutan banjir yang melewati sisi bawah jembatan”

Penambahan Kapasitas Jembatan

Selain mendukung program dari BBWS Pemali Juwana, Proyek penggantian Jembatan Kaligawe juga bertujuan menambah kapasitas jembatan untuk meningkatkan jalan nasional tepatnya di Jalan Kaligawe Kota Semarang yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak.

Penggantian jembatan dilakukan di kedua sisi jembatan yaitu Jembatan Kaligawe A (sisi utara) dan Kaligawe B (sisi selatan). Panjang penanganan untuk masing-masing jembatan adalah 63 meter, dengan 3 pilar dan 2 abutment serta jalan pendekat.

“Untuk menunjang konektivitas juga dari jalan nasional, perlu dilakukan penggantian jembatan karena umur jembatan A (tipe Callender Hamilton, 1975) sudah melebihi umur rencana yaitu hampir 40 – 50 tahun dengan lebar lalin jembatan lama 6 meter dan ini di bawah standar jalan nasional kelas A sehingga perlu peningkatan jembatan kaligawe yang lama guna mendukung kelancaran lalu lintas dan mendukung ekonomi masyarakat dan pengguna jalan lain” tutur Hinawan.

Menurut Standar jalan nasional kelas A lebar lalu lintas yang harus disediakan yaitu selebar 7 meter. Dan dengan adanya penggantian Jembatan Kaligawe ini nantinya akan ditingkatkan sesuai standar jalan nasional Kelas A di mana masing-masing jembatan memiliki total lebar 9,5 meter termasuk bahu luar dan trotoar selebar 1 meter.

Jembatan yang berada di sisi sebelah selatan yaitu Jembatan Kaligawe B yang saat ini sedang dikerjakan setelah penggantian Jembatan Kaligawe A selesai dan difungsionalkan. Jembatan Kaligawe B yang dibangun tahun 1987 merupakan tipe jembatan gelagar pra tekan Indonesia bentang 30 meter dengan tinggi 1,8 meter.

“Tetap kita lakukan peninggian elevasi sudut bawah 1,87 meter dari posisi awal”

Mengingat jembatan B ini masih cukup muda, Hinawan menjelaskan bahwa untuk jembatan B ini pihaknya hanya menaikkan struktur yang ada, meninggikan abutmen, posisi pilar tengah, dan menambahkan tiang pancang di sisi kiri dan kanan, serta pembongkaran abutmen 1 B lama.

Rekayasa Lalu Lintas

Proyek jalan/ jembatan memang sering bersinggungan dengan kepentingan utilitas maupun lalu lintas. Kebutuhan masyarakat untuk tetap menggunakan jalan perlu diantisipasi selama proyek berlangsung  termasuk adanya utilitas di sepanjang bahu jalan.

Hinawan menuturkan bahwa pihaknya telah berupaya meminimalisir kemacetan selama proyek berlangsung dengan menggunakan metode contraflow dengan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Bahkan sebelumnya telah dilakukan simulasi contraflow selama seminggu untuk mengetahui dampaknya.

“Metode penggantian jembatan dilakukan berselang-seling, Jembatan A kita kerjakan dulu, kita fungsionalkan Jembatan B, kemudian setelah Jembatan A selesai kemudian kita lanjut ke jembatan B dan lalu lintas dialihkan ke Jembatan A. Ada kemacetan tapi itu minim”

Sebagai informasi Jembatan Kaligawe A telah selesai ditangani dan difungsionalkan kembali pada 25 September 2019.

Setengah Perjalanan Lagi

Progres per minggu ke-54 proyek Multi Years 2018-2019 yang dimulai pada 19 Oktober 2018 dan direncanakan selesai pada 27 Desember 2019 ini sudah 55% dari rencana 60%. Artinya terjadi deviasi sebesar -5%.

Hinawan meyakini dengan beberapa pendekatan dan arahan kepada penyedia jasa dan kerjasama dari tim di lapangan sehingga penyelesaian jembatan kaligawe bisa tepat waktu dan ketinggalan progress bisa segera dikejar.

“Kondisi cuaca yang saat ini cukup mendukung untuk percepatan progres jembatan kaligawe” tambahnya.

Rupanya waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 di mana pekerjaan dimulai kembali setelah jam istirahat. Tampak alat pancang menghujamkan tiang pancang di posisi pilar P1 Jembatan Kaligawe B. Breaker excavator juga sedang melakukan pembongkaran abutmen yang lama sisi barat A1 dan sisi timur A2.

“Rencananya setelah proses pemancangan selesai dilaksanakan kita akan lakukan penggantian struktur, pemasangan besi struktur dan kita lakukan pengecoran yang kita harapkan dalam satu bulan ke depan bisa kita selesaikan total ke 5 buah struktur yang ada. Sehingga bulan berikutnya bisa kita lakukan pemasangan struktur atasnya, pengecoran lantai dan selanjutnya bisa difungsionalkan dan dibuka untuk lalu lintas pengguna jalan” pungkasnya.

Paket Penggantian Jembatan Kaligawe, CS (MYC) dengan nilai kontrak Rp. 33,08 miliar ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Subasumi Cipta Senawira – PT. Bermuda Mulya Buwana, KSO dan disupervisi oleh konsultan PT. Adhiyasa Desicon (KSO) – PT. Portal Engineering Perkasa – PT. Binatama Wirawredha Konsultan – PT. Prima Cipta Karsa Sabbapathamam. (LU/CK)

administrator

Write a Reply or Comment