April 12 2019 0Comment

Target Fisik Pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar Tercapai, Optimis Selesai Tepat Waktu

Dua bulan menuju rencana PHO (serah terima pertama) pekerjaan tanggal 13 Juni 2019, persentase fisik Pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar per 7 April 2019 telah mencapai 83,723%. Jembatan yang melintasi Sungai Wulan yang berada di jalur Pantura perbatasan Kabupaten Demak di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar dengan Kabupaten Kudus tepatnya di desa Tanggul Angin Kecamatan Jati ini dibangun melalui paket multiyears yang bersumber dari APBN 2018-2019 senilai 115,5 M.

Panjang penanganan pada Paket Pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar ini adalah 996 meter yang diawali dari STA 0+000 (KM 45+900 SMG) dan berakhir pada STA 0+996 (KM 46+896 SMG). Panjang tersebut terdiri dari 170 meter bentang jembatan dan 826 meter jalan pendekat (total kedua sisi).

Jembatan girder baja yang terdiri dari lima baris baja ini telah rampung proses erection girdernya. Dengan rampungnya erection girder ini maka pekerjaan pembesian di jembatan akan dirampungkan, kemudian dilaksanakan pengecoran yang rencananya tanggal 23 s/d 24 April 2019, dan pengaspalan lantai jembatan pada tanggal 3 Mei 2019.

“Rigid pavement oprit (jalan pendekat) sisi Demak dari STA 0+000 s/d 0+279 sudah dikerjakan sepanjang 163 meter dan ditargetkan selesai pada 16 April 2019. Sedangkan rigid pavement oprit sisi Kudus dari STA 0+850 s/d 0+950 akan dikerjakan mulai 20 s/d 30 April 2019” tutur Alik Mustakim, PPK Underpass Karangsawah dan Jembatan Kol Sunandar, cs.

Alik berharap dengan rampungnya pekerjaan di jembatan dan oprit nantinya dapat dilanjutkan dengan loading test (uji pembebanan) untuk mengukur kekuatan dan ketahanan struktur bangunan jembatan tersebut ketika diberi beban kerja. Uji pembebananan ini dapat dilakukan dengan dua metode yaitu load test static dan load test dynamic (menggunakan beban yang bergerak). Uji pembebanan pada Jembatan Kolonel Sunandar dijadwalkan pada 5 s/d 7 Mei 2019.

Hasil load test ini akan menjadi dasar apakah jembatan baru ini sudah layak difungsikan ataukah masih memerlukan perbaikan. Rencananya jika pengujian berjalan dan memberikan hasil positif maka jembatan baru ini akan mulai dibuka untuk publik pada tanggal 8 Mei 2019.

Alik menjelaskan terdapat tambahan penanganan pekerjaan rigid arah ke Demak mulai dari Simpang Tiga Lingkar Kudus sampai dengan plat injak jembatan rangka (Jembatan Tanggulangin B/ jembatan eksisting) sepanjang 280 meter. Namun pekerjaan ini akan dilaksanakan setelah jembatan baru fungsional, yaitu mulai 8 s/d 21 Mei 2019. Harapannya agar H-10 Lebaran (25 mei 2019) rigid arah Demak sudah dapat dilalui oleh kendaraan.

“Insya Allah jembatan baru ini dapat melayani arus mudik lebaran 2019” ujar Alik.
Adapun pembongkaran jembatan eksisting (Kol Sunandar/Tanggulangin A) sendiri dijadwalkan pelaksanaannya pertengahan Bulan Mei 2019. Proses pembongkaran ini melibatkan koordinasi dengan stakeholders terkait yaitu Direktorat Jembatan, Direktorat Pembangunan, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Bupati Kudus hingga ke Menteri PUPR. Koordinasi dengan BBWS Pemali Juana ini dilakukan karena pembangunan jembatan ini memang diselaraskan dengan program normalisasi Sungai Wulan untuk penanggulangan banjir.


Permasalahan lahan memang masih terjadi hingga minggu ke 69 (saat ini) lahan seluas ± 300 m² di sisi Demak masih menunggu pengukuran lahan dengan BPN untuk kemudian dilanjutkan dengan pembebasannya. Sedangkan lahan milik PT. KAI ± 3500 m² masih menunggu perjanjian sewa non komersial dengan pihak PT. KAI. Dengan peran aktif dari tim PPK dan Satker terkait maka permasalahan tersebut diharapkan akan segera terselesaikan. (lu)

administrator

Write a Reply or Comment