March 26 2018 0Comment

Perbaikan Oprit Jembatan Poncol Rampung Akhir Maret

Persiapan rigid Oprit Jembatan Poncol, Brebes (21/3)

BREBES – Jembatan Poncol terletak di ruas jalan nasional Pejagan-Prupuk tepatnya di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Jembatan ini memiliki fungsi yang sangat penting sebagai penghubung jalur pantura (Brebes) dan jalur selatan (Purwokerto hingga Yogyakarta).

Pada tanggal 21 Februari 2018 terjadi penurunan badan jalan sedalam ±15 cm pada oprit Jembatan Poncol sisi selatan yang disebabkan oleh bergesernya pasangan batu pada oprit jembatan. Penurunan kembali terjadi di tanggal 24 Februari 2018 yang mengakibatkan jalan amblas sedalam 50 cm. Meskipun demikian penurunan badan jalan di oprit jembatan ini tidak berdampak pada kondisi Jembatan Poncol itu sendiri.

Dari hasil pemantauan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim PPK Pejagan – Prupuk – Tegal – Ajibarang – Wangon dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional I Jateng serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, disimpulkan bahwa oprit Jembatan Poncol ini memerlukan penanganan segera.

Koordinasipun dilaksanakan di lokasi dengan keputusan untuk melakukan beberapa penanganan. Penanganan pertama yaitu penggelaran LPA (Lapis Pondasi Agregat) di bahu jalan untuk detour (jalan alih darurat) kendaraan yang melintas.

“Tidak ada pengalihan (ke ruas lain) karena itu jalur utama menghubungkan jalur utara dan selatan jadi kita butuh speed yang cepat. Karena kalau malam itu banyak bus malam dari Jakarta menuju Yogyakarta melalui jalan itu semenjak Comal putus, ini menjadi primadona disitu” ujar Yanuar Dwi Putra, PPK Pejagan – Prupuk – Tegal – Ajibarang – Wangon.

Oleh karena itu penggelaran LPA di bahu jalan di lajur yang tidak amblas (menuju utara) bertujuan agar memperlancar arus lalu lintas yang sementara hanya melalui satu lajur dengan metode buka tutup untuk dua arah.

Tim di lapangan juga telah selesai mengerjakan pemancangan sheet pile baja untuk menahan pergeseran tanah atau sebagai dinding penahan tanah, pembongkaran jalan eksisting, penggantian material timbunan, serta penggelaran hotmix pada lapis permukaan.

Yanuar juga menjelaskan bahwa pemilihan sheet pile baja ini karena membutuhkan waktu cepat. Selain itu ada faktor lain. “Kondisi tanah kerasnya ada pada kedalaman 8 meter dari permukaan jadi kalau memilih metode lain, takutnya tidak menyentuh bidang gelincirnya. Artinya, menggantung nanti posisi rigid penahan tanahnya” terangnya.

Tanggal 23 Maret 2018 penanganan dilanjutkan dengan pekerjaan rigid sepanjang 60 meter dan dilakukan selama seminggu sehingga pada tanggal 30 Maret 2018 selesai pengerjaan dan dapat kembali open traffic. (lu/ck)

administrator

Write a Reply or Comment