November 21 2017 0Comment

Empat Flyover dan Underpass di Jawa Tengah Diresmikan

Brebes – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meresmikan empat proyek fly over (FO) dan satu under pass. Peresmian proyek infrastruktur ini dilakukan secara simbolis di Fly Over Dermoleng, Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

Peresmian lima proyek ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ganjar dan peninjauan di lokasi fly over Dermoleng.

“Fly over ini sangat membantu untuk mengurangi kemacetan karena ada perlintasan kereta api,” kata Ganjar kepada wartawan seusai peresmian.

Menurutnya fly over Dermoleng saat arus mudik dan balik lebaran sangat dirasakan manfaatnya. Sebab pada hari raya terjadi perlintasan setiap 15 menit.

Akibatnya, lalu-lintas kendaraan mengalami kemacetan yang cukup panjang. Namun dengan dioperasikannya empat fly over ini sebelum lebaran kemarin, horor kemacetan seperti tahun 2016 lalu tidak terulang.
“Fly over ini bisa mengurangi kemacetan hingga 90 persen,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, efek macet Brebes Exit Timur pada tahun 2016 berdampak luar biasa. Kondisi ini diperparah dengan munculnya berita – berita hoax yang justru memperkeruh keadaan.

“Saat itu banyak sekali berita berseliweran, ada pemudik yang kelaparan, dan bahkan meninggal dunia saat berada di tengah kemacetan,” terangnya.

Peristiwa itu lanjut dia, mendorong pemerintah untuk menyelesaikan masalah nasional yang rutin terjadi setiap tahun. Setelah dimusyawarahkan diputuskan untuk membangun fly over di empat lokasi yang sering terjadi macet.

“Saya langsung telepon menteri PUPR dan disepakati proyek tersebut,” ungkapnya.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VII Binamarga Kementerian PUPR, Herry Marzuki menyatakan pembangunan fly over ini dikerjakan secara cepat untuk mengantisipasi macet saat arus mudik tahun 2017.

“Proyek ini berdampak tidak adanya kemacetan pada perlintasan kereta api,” paparnya.

Secara rinci dijelaskan, lima proyek yang diresmikan ini meliputi fly over Dermoleng yang berlokasi simpang tiga tol Pejagan-Kanci- Ketanggungan. Fly over ini memiliki panjang 500 meter, lebar 11 meter dengan nilai proyek Rp. 62 miliar.

Fly over Klonengan berada di batas Kota Slawi-Prupuk Tegal, memiliki panjang 1.011 meter dengan lebar 11 meter. Pekerjaan bangunan ini bernilai Rp 112 miliar. Kemudian fly over Kesambi di Prupuk senilai Rp. 58 miliar dengan panjang 470 meter, lebar 11 meter.

Selanjutnya fly over Kretek di Kecamatan Paguyangan dengan panjang 700 meter dan lebar 11 meter senilai Rp 83 miliar. Sedangkan underpass jalan di Teuku Umar, Setiabudi Jatingaleh Semarang, memiliki panjang 1.300 meter.
(bgs/bgs)

administrator

Write a Reply or Comment